Trending Now

Tenaga Perpustakaan di Masa Pandemi Harus Memiliki Semangat Berbagi

 Tenaga Perpustakaan di Masa Pandemi Harus Memiliki Semangat Berbagi

GTK, Jakarta – Ketua PP Asosiasi Tenaga Perpustakaan Sekolah Indonesia ( ATPUSI),  Muhammad Ikhsanudin mengatakan di masa pandemi Covid-19  sebagai tenaga perpustakaan harus memiliki semangat berbagi. Makna berbagi di sini adalah berbagi koleksi buku melalui dunia digital atau daring.

“Prinsip layanan perpustakaan di masa pandemi Covid-19  adalah suka berbagi dan berbagi. Alhamdulillah di komunitas-komunitas perpustakaan  baik di grup ATPUSI  dan  melalui internet kita melihat teman-teman sudah  banyak berbagi. Baik berbagi koleksi buku dan  link. Ini tidak hanya dilakukan oleh perpustakaan, tapi juga dilakukan oleh  penerbit dan organisasi-organisasi,” ujarnya saat menjadi narasumber pada  Webinar yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan,  Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Selasa (19/5/2020).

Selain Muhammad Ikhsanudin, Webinar yang dipandu oleh Analis Kebijakan Ahli Muda  Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan GTK, Yudi Herman juga menghadirkan dua narasumber yang lain, yaitu Ketua Asosiasi Tenaga Administrasi Sekolah (ATAS),Taufiq Rohman Dhohiri, dan Dosen Politeknik Negeri Bandung Moeljono.

Sementara itu Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan GTK, Dr. Santi Ambarrukmi, M.Ed, hadir sebagai pembicara kunci pada Webinar yang mengusung tema “Peran dan Tantangan Tenaga Administrasi Sekolah, Tenaga Laboran dan Tenaga Perpustakaan di Masa Pandemi Covid-19”.

Ikhsanudin mengatakan untuk selanjutnya di masa pendemi ini tenaga perpustakaan harus melonggarkan berbagai aturan. Dia mencontohkan misalnya sebelumnya agak ketat memegang aturan misalnya denda keterlambatan mengembalikan koleksi, maka pada masa-sama seperti ini lebih baik dilonggarkan.

“Mari kita longgarkan. Kita pahami pada masa seperti ini kita sedang menghadapi kendala,” ujarnya.

Selain itu, tenaga perpustakaan harus mempermudah akses dengan layanan online  tanpa henti. Yakni tujuh hari dalam seminggu dan 24 jam dalam  sehari.

“Ini artinya pada masa pandemi Covid-19 ini mau tidak mau  memaksa kita semua harus siap dan bisa memberikan layanan jarak jauh atau remote control,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan dengan adanya wabah pandemi ini mengajarkan kita untuk mulai melakukan perubahan-perubahan dalam pelayanan perpustakaan. Dia mengajak sudah saatnya  sekarang kita mulai memiliki sistem perpustakaan digital.

“Di ATPUSI dan beberapa teman sudah 5 tahun terakhir ini sudah mulai bergerak dari komunitas-komunitas mengembangkan sistem perpustakaan digital,” ungkapnya.

Dengan adanya perpustakaan digital ini akan membantu masyarakat atau pelajar untuk bisa mengakses koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan dengan mudah dan cepat.

Pada kesempatan ini dia mengajak tenaga perpustakaan untuk rajin-rajin mencari informasi untuk mendapatkan link perpustakaan digital yang lain. Bisa itu perpustakaan sekolah, perpustakaan Kota Madya atau Kabupaten, Perpustakaan  Provinsi, Nasional , Perpustakaan Kemendikbud, perpustakaan di dalam negeri maupun luar negeri.   “Dengan banyak mencari informasi dan banyak berjejaring maka kita akan  mendapat lebih banyak koleksi buku,” katanya.

Komentar

Back to top