Menguatkan Ekosistem Pendidikan Melalui Guru Belajar dan Guru Berbagi

Menguatkan Ekosistem Pendidikan Melalui Guru Belajar dan Guru Berbagi

- Guru Berbagi
8153

Terobosan-terobosan cara baru untuk menjangkau lebih banyak guru dan menguatkan ekosistem belajar guru di seluruh Indonesia.

 

GTK, Jakarta - Kondisi pandemi Covid-19 menguatkan budaya inovasi. Hal itu di antaranya tercermin dari terobosan yang dilakukan Ditjen GTK untuk menguatkan ekosistem belajar guru dan tenaga kependidikan di masa pagebluk.

“Kita bisa melihat bahwa dalam konteks pandemi ini kami kemudian memikirkan beberapa terobosan-terobosan cara baru untuk menjangkau lebih banyak guru dan menguatkan ekosistem belajar guru di seluruh Indonesia,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril.

Iwan Syahril pun menerangkan lebih lanjut tentang Guru Belajar dan Guru Berbagi pada Taklimat Media Awal Tahun 2021 Kemendikbud.

“Guru Belajar ini baru dimulai di awal Oktober 2020,” jelas Iwan Syahril di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

“Ada 3 seri Guru Belajar. Seri Masa Pandemi bagaimana mengimplementasikan kurikulum darurat. Lalu kemudian seri Pendidikan Kecakapan Hidup dimana aspek dalam pembelajaran itu harus relevan, kontekstual dengan kondisi yang ada di daerah, dan yang terakhir seri AKM,” ujar Mas Dirjen.

“Ini total peserta 334.402, dimana 143 ribu lebih telah menyelesaikan diklat bimbingan teknis dan 92 ribu menyelesaikan diklat. Kami di awalnya tidak begitu optimis sebenarnya, tapi ternyata peserta dari para guru seluruh Indonesia secara voluntary, secara sukarela untuk ikut dalam program Guru Belajar ini sehingga ini menguatkan ekosistem guru Indonesia untuk belajar dengan kebiasaan baru ini,” sambungnya.

Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril untuk kemudian mendedahkan tentang Guru Berbagi.

“Guru Berbagi ini dimulai di masa awal pandemi, bulan April 2020. Kita melihat perlu dikembangkan sebuah metode baru dalam hal ini crowdsourcing model, dimana guru-guru bisa saling berbagi ilmu, ide-ide yang mereka pergunakan dalam melakukan pembelajaran,“ terang Iwan Syahril.

“Tercatat di dalam platform Guru Berbagi, 239 ribu lebih yang penggguna telah bergabung. 10% di antaranya juga dari Kementerian Agama, karena mereka ingin ikut juga di sini dalam platform Guru Berbagi ini,” urai Iwan tentang data statistik Guru Berbagi.

“Telah lebih dari 7.800.000 pengguna yang mengakses platform Guru Berbagi. Dan telah diakses lebih dari 62 juta kali. 16 juta lebih unduhan RPP dan ada fitur like-nya. Kemudian teman-teman guru yang RPP-nya disukai oleh guru lain, itu bisa terekam jejaknya dan menjadi RPP-RPP yang termasuk unggulan, yang paling disenangi di dalam ekosistem Guru Berbagi,” tambah Iwan Syahril.

Pada portal Guru Berbagi, terdapat Aksi Kolaborasi yang mencerminkan semangat gotong royong.

“Para guru bukan hanya berbagi ide pembelajaran atau artikel-artikel, ada Aksi Kolaborasi, dimana ini lebih kepada pelatihan-pelatihan yang mereka rasa perlu dalam masa pandemi ini dan terjadi secara organik. Jadi komunitas-komunitas yang ada di sini, mereka membentuk Aksi Kolaborasi,” tutur Iwan.

Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril berharap ekosistem pendidikan ini akan terus menguat seiring intensnya para guru dan tenaga kependidikan belajar dan berbagi.

“Hal yang tadinya tidak direncanakan, tapi kemudian menjadi menguat, kemudian membentuk sebuah kebiasaan baru guru-guru Indonesia dalam belajar, berbagi, berkolaborasi. Semoga ini terus menguat ke depannya,” harap Iwan Syahril.

Berita Terkait

Headline

Seleksi Guru Penggerak Dibuka, 2.800 Guru Akan Direkrut