Tekan Angka Stunting Melalui PAUD Holistik Integratif

Tekan Angka Stunting Melalui PAUD Holistik Integratif

- Dit. Guru PAUD Dikmas
868

Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi kepada Mendikbud untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen pada 2024.

 

GTK – Presiden Joko Widodo telah memberikan instruksi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim untuk menurunkan angka stunting atau kondisi gagal tumbuh menjadi 14 persen pada 2024. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menempatkan penanggulangan stunting sebagai salah satu program utama jenjang Pendidikan Usia Dini (PAUD) melalui terciptanya PAUD Holistik Integratif.

Dengan menekan angka stunting mulai dari PAUD, Mendikbud berharap sumber daya manusia (SDM) di Indonesia semakin maju. Mendikbud mengatakan, usia dini merupakan usia emas tumbuh kembang anak sehingga investasi pada usia dini merupakan investasi bernilai paling tinggi.

“PAUD merupakan kunci dari keberhasilan SDM sepanjang hayat. Tumbuh kembang anak menentukan kehidupan mereka selanjutnya,” ujar Mendikbud saat membuka webinar dengan tema Komitmen Konvergensi Cegah Stunting melalui Peningkatan Layanan PAUD melalui kanal Youtube Kemendikbud RI, di Jakarta, pada Rabu (23/9/2020).

Masih tingginya prevalensi stunting di Indonesia, kata Mendikbud menjadi keprihatinan bersama sehingga persoalan stunting bukan sekadar masalah kesehatan dan gizi buruk. Namun juga masalah kemanusiaan yang membutuhkan komitmen dari seluruh pihak.

Kemendikbud akan meningkatkan pengetahuan kepada orang tua terkait pemberian gizi serta pola asuh anak di usia dini. Oleh karenanya, upaya lain yang tengah dilakukan Kemendikbud adalah peningkatan kompetensi guru PAUD. “Tenaga pendidik PAUD harus sensitif gizi. Selain itu harus mampu mendorong stimulasi, baik terkait pola makan, pola asuh maupun santitasi,” ujar Mendikbud.

Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan lembaga lain, Mendikbud berharap upaya menurunkan stunting dengan peningkatan kualitas dan kompetensi guru PAUD bisa tercapai. “Ikhtiar kita bersama dalam menyiapkan manusia Indonesia yang unggul akan penuh dengan tantangan. Untuk itu saya mengajak semua pihak untuk terus terlibat,” harapnya.

Berita Terkait

Headline

Merdeka Belajar: Perubahan Mekanisme Dana BOS Merupakan Langkah Pertama Peningkatan Kesejahteraan Guru Honorer