Mengupayakan PAUD Holistik Integratif

Mengupayakan PAUD Holistik Integratif

- GTK PAUD
1426

“Bahwa kita perlu memandang anak dengan rasa hormat, bahwa pembelajaran berbasis bermain adalah hal yang penting untuk anak-anak usia dini," kata Dirjen GTK, Iwan Syahril.

 

GTK, Jakarta – PAUD Holistik Integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan dan pengasuhan, dan perlindungan, untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak yang dilakukan secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah, dan pusat.

“Pentingnya kita untuk melihat bahwa pendidikan anak usia dini yang berkualitas itu diselenggarakan dengan prinsip-prinsip holistik integratif atau PAUD HAI kalau dalam wacana di PAUD-nya,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril saat memberikan sambutan pada webinar bertema “Stimulasi Fisik Motorik untuk Anak Usia Dini”, Rabu (28/10/2020).

“Bahwa kita perlu memandang anak dengan rasa hormat, bahwa pembelajaran berbasis bermain adalah hal yang penting untuk anak-anak usia dini dan ini mencakup sosio emosional anak, fisik motorik, dan kognitif,” tambah Iwan Syahril pada webinar yang terselenggara karena kerja sama antara Direktorat GTK PAUD dengan Astra sebagai rangkaian memperingati Hari Guru Nasional.

Iwan juga mengungkap pentingnya sinergi kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua peserta didik.

“Lalu secara kolaborasi perlu dengan orang tua atau wali melalui program pendidikan keluarga. Dalam masa pandemi, mau tidak mau ini yang paling menonjol yang kita intervensi bahwa penguatan kolaborasi antara sekolah dengan orang tua itu luar biasa terjadinya,” ujar Iwan Syahril.

“Di keluarga kita ingin melihat bahwa dalam konteks penyelenggaraan PAUD yang lebih berkualitas, pola pengasuhan dan perlindungan kepada anak yang lebih baik, pendampingan anak dalam proses belajar mereka. Lalu bagaimana persiapan dan keselarasan pendidikan antara di rumah dan di sekolah,” imbuhnya.

Kolaborasi saling menguatkan ini juga perlu terjadi dalam ekosistem pendidikan yang melibatkan dunia usaha dunia industri (DUDI). “Kita juga ingin melihat bahwa antara organisasi, industri, komunitas masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan anak, di PAUD ini bisa menjadi hal yang penting untuk kita saling menguatkan layanan tersebut,” tutur Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril.

Berita Terkait

Headline

Mendikbudristek Minta Doa Gurunya Agar Dapat Membangun Pendidikan di Indonesia