Trending Now

Simulasi Mengajar dan Wawancara Jadi Seleksi Tahap 2 untuk Calon Guru Penggerak

Simulasi Mengajar dan Wawancara Jadi Seleksi Tahap 2 untuk Calon Guru Penggerak

GTK, Jakarta - Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Teruntuk 4.598 calon peserta Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1 yang lolos seleksi tahap 1 akan mengikuti seleksi tahap 2 (Simulasi Mengajar dan Wawancara). Adapun untuk seleksi tahap 1 terdiri dari seleksi administrasi, CV, Tes Bakat Skolastik, dan Esai.

“Untuk yang telah lolos seleksi 1 kami ucapkan selamat. Seleksi tahap 2 terdiri dari Simulasi Mengajar dan Wawancara. Untuk seleksi simulasi mengajar dilaksanakan pada tanggal 7 s.d. 12 September. Sedangkan seleksi wawancara akan dilaksanakan pada tanggal 14 s.d. 26 September,” kata Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto pada Coaching Clinic: Tata Cara Seleksi Simulasi Mengajar, Jumat (4/9/2020).

“Mewakili kementerian kami mengucapkan selamat dan terima kasih atas partisipasinya telah lolos di seleksi 1. Guru penggerak yang diinisiasi nantinya sebagai transformasi kepemimpinan pendidikan, bapak-ibu ini orang-orang terpilih, orang-orang luar biasa yang punya komitmen, punya dedikasi, paling tidak sudah tecermin dari curriculum vitae, esai, tes bakat skolastik,” tambah Rachmadi.

Di seleksi tahap 2 ini para guru diharapkan dapat menunjukkan kapasitasnya sebagai agen transformasi pendidikan Indonesia.

“Masih ada 1 tahapan lagi yaitu ibu-bapak diminta menunjukkan performansinya. Bagaimana ibu-bapak piawai sebagai calon guru penggerak. Ibarat di orkestra, bapak-ibu menyelaraskan antara semua ekosistem pendidikan. Bagaimana menggerakkan, bagaimana mendiseminasi, bagaimana mengoptimalkan semua sumber belajar yang ada di kelas. Bagaimana memberi stimulus-stimulus siswa bertanya, bagaimana memberikan trigger untuk critical thinking, dan sebagainya,” urai Rachmadi Widdiharto.

“Era sekarang critical thinking, creativity, collaboration, communication, sebagai kompetensi abad 21 itulah yang akan mulai kita sampaikan kepada anak-anak kita. Mohon ibu-bapak menjadi motor penggeraknya,” harap Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar, Rachmadi Widdiharto.

Informasi lebih lanjut tentang Pendidikan Guru Penggerak dapat disimak di laman: sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak

Sedangkan informasi lebih lanjut tentang seleksi tahap 2 Program Guru Penggerak Angkatan 1 dapat disimak di: http://bit.ly/TataCaraSeleksiTahap2_PGP

Komentar

Back to top