Berbagi Praktik Baik Organisasi Penggerak

Berbagi Praktik Baik Organisasi Penggerak

- Berita
422

'Organisasi-organisasi ini banyak yang sudah memiliki best practice di sekolah-sekolah. Inilah kita berkolaborasi,' kata Plt. Dirjen GTK, Supriano.

 

GTK, Jakarta – Taklimat media terkait Organisasi Penggerak diselenggarakan di Gedung A Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta pada Selasa sore (10/3/2020). Sebagai narasumber Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Plt. Dirjen GTK), Supriano; Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Praptono; praktisi dan konsultan pendidikan, Itje Chodidjah; serta dimoderatori Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Ade Erlangga Masdiana.

Program Organisasi Penggerak adalah program pemberdayaan masyarakat secara masif melalui dukungan pemerintah untuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah berdasarkan model-model pelatihan yang sudah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Pada tahun 2020-2022 Program Organisasi Penggerak akan meningkatkan kompetensi 50.000 guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan di 5.000 PAUD, SD dan SMP, serta juga menyasar satuan pendidikan pada jenis pendidikan khusus/luar biasa.

Animo dari organisasi kemasyarakatan dan individu dapat terlihat dengan membludaknya pendaftar. Sejak dibuka pada 2 Maret 2020 hingga 10 Maret 2020 pukul 14.00 WIB tercatat telah ada 3.333 organisasi kemasyarakatan yang mendaftar sebagai organisasi penggerak dan 12.159 orang yang mendaftar sebagai relawan. Pendaftaran masih dibuka hingga 16 April 2020. Nantinya akan dilakukan seleksi dan penyaringan terhadap berkas pendaftaran yang diserahkan ormas dan perorangan tersebut. Proses seleksi nantinya akan dilakukan oleh tim independen. 

Berbagi Praktik Baik

Disadari telah banyak organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang pendidikan yang telah melakukan inovasi, melakukan praktik baik bagi peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

“Organisasi-organisasi ini banyak yang sudah memiliki best practice di sekolah-sekolah. Inilah kita berkolaborasi. Sehingga nanti semakin banyak model, tapi dengan mengikuti apa yang kita sepakati,” kata Plt. Dirjen GTK, Supriano di Gedung A Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta pada Selasa sore (10/3/2020).

Program Organisasi Penggerak ini diharapkan bermuara pada Profil Pelajar Pancasila.

“Ke depan kita berharap SDM ini mempunyai 6 hal yang merupakan Profil Pelajar Pancasila. Gotong royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis, mandiri, berakhlak mulia, kreatif,” terang Supriano.

“Sehingga makin banyak model-model tapi satu tujuan yaitu SDM Unggul, Indonesia Maju. Keenam hal itu karakter Pancasila. Nanti kita lihat sekarang ini banyak yang sudah baik, ujungnya di satuan pendidikan,” imbuh Supriano.

Organisasi yang sudah terdaftar dalam Komunitas Penggerak memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam Program Organisasi Penggerak. Program ini akan mendorong hadirnya Sekolah Penggerak yang berkelanjutan dengan melibatkan peran serta organisasi. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

“Sekolah penggerak kita harapkan akan mengimbas kepada sekolah-sekolah lain,” jelas Supriano.

Headline

Kemendikbud Bantu Guru Laksanakan Pembelajaran Jarak Jauh Melalui Program Guru Belajar