Mengulas Kunjungan Kerja Mendikbudristek di Provinsi Jambi

Mengulas Kunjungan Kerja Mendikbudristek di Provinsi Jambi

- Merdeka Belajar
519

Kunjungan kerja Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, selama dua hari di Provinsi Jambi.

 

GTK – Kunjungan kerja Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, selama dua hari di Provinsi Jambi menyisakan rangkaian cerita yang menarik. Selama di Jambi, Menteri Nadiem bertemu dengan segenap pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan untuk berdialog, melihat secara langsung, dan mendengarkan apa saja yang menjadi perhatian masyarakat.

Di hari pertama kunjungan, Selasa (21/9/2021), Mendikbudristek menyambangi lokasi vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dan peserta didik di Korem 042 Garuda Putih, Kota Jambi. Didampingi Gubernur Jambi, Al Haris, Menteri Nadiem berdialog dengan para peserta vaksinasi. Dalam kesempatan tersebut Nadiem menyampaikan selamat kepada PTK, peserta didik, dan masyarakat di sekitar lokasi peserta vaksinasi karena sudah turut ambil bagian dalam upaya pengentasan pandemi Covid-19.

“Selamat, ya, sudah divaksinasi. Semoga bisa segera melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas,” katanya saat berdiskusi dengan salah satu peserta vaksinasi.

Mendikbudristek mengatakan, PTM merupakan amanat dari Presiden RI Joko Widodo. Oleh karena itu, ia mengingatkan kepada jajaran pemerintah daerah (pemda) Provinsi Jambi agar dapat segera membuka sekolah untuk melaksanakan PTM terbatas.

Usai meninjau pelaksanaan vaksinasi, Mendikbudristek mengunjungi SMK Negeri 1 Kota Jambi untuk mengecek pelaksanaan Asesmen Nasional (AN). Selain memastikan AN berjalan dengan baik, Menteri Nadiem juga sempat berdiskusi dengan para peserta yang telah selesai mengerjakan AN. Didampingi oleh Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Anindito Aditomo, Mendikbudristek menggali pengalaman guru selama mengerjakan AN.

“Ketika diskusi dengan guru yang melaksanakan AN, Saya senang, bahwa para guru mulai sadar tugasnya sebagai guru itu termasuk untuk meliterasi adalah membuat siswanya jatuh cinta dengan membaca. Hal itu yang Ibu dan Bapak guru refleksikan ketika melihat  anak didiknya mengerjakan soal-soal literasi yang merupakan bagian dari AN. Para guru dan murid gembira mengerjakan soal-soal AN,” ujarnya.

Beranjak ke lokasi berikutnya, Mendikbudristek yang didampingi Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam, bertemu dan berdialog dengan para rektor perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, dan mahasiswa-mahasiswa penerima KIP kuliah, di Aula Gedung Rektorat Universitas Jambi.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Nadiem mengapresiasi perguruan tinggi se-Jambi karena berhasil mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) pada 4.600 mahasiswa. “Jambi menempati tiga teratas dalam pelaksanaan MBKM,” katanya.

Usai dialog di Unja, Mendikbudristek bertolak ke Kabupaten Sarolangun untuk bermalam di pemukiman masyarakat asli Jambi, Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam.

Selama di Rimba, Menteri Nadiem menyaksikan bagaimana kehidupan anak-anak di pedalaman Jambi tersebut. “Saya sangat tergugah melihat kehidupan mereka di sana. Pengalaman yang saya dapatkan selama mengunjungi Suku Anak Dalam, akan menjadi pengalaman berharga yang akan selalu saya ingat sepanjang hidup dan menjadi pembelajaran bagi Kemendikbudristek untuk menyusun kebijakan-kebijakan afirmatif selanjutnya,” urainya.

Hari kedua, sebelum bertolak kembali ke Jakarta, Mendikbudristek dan rombongan berkeliling di lokasi cagar budaya Candi Muaro Jambi. Selama di sini, Mendikbudristek berdialog dengan seniman, pemuka adat, dan masyarakat sekitar cagar budaya, untuk mendengarkan masukan terkait perkembangan cagar budaya Muara Jambi selama ini.

Dalam dialog tersebut, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan bahwa pemda Jambi menyerahkan kuasa atas pengembangan cagar budaya Candi Muara Jambi kepada Kemendikbudristek. Ia berharap, di bawah pengelolaan Kemendikbudristek, cagar budaya Muara Jambi dapat menjadi pusat pembelajaran budaya yang mendunia. “Kami ingin sekali mengembangkan kawasan cagar budaya ini. Dan sekarang kami serahkan kepada Mas Menteri untuk dikembangkan, semoga bisa mendunia nanti,” ujarnya.

Di akhir acara, Al Haris mengapresiasi kunjungan Menteri Nadiem ke Jambi. Dia menyebut kunjungan ini bukan kunjungan biasa. “Arahnya jelas, pertama beliau ingin sekolah segera dibuka, dan membawa misi agar anak-anak jangan lama-lama sekolah daring,” pungkasnya.

Headline

Mengenal Sosok Ki Hadjar Dewantara