Indonesia Terus Mengembangkan Kerja Sama Pendidikan Antarnegara ASEAN

Indonesia Terus Mengembangkan Kerja Sama Pendidikan Antarnegara ASEAN

- Merdeka Belajar
1419

Dirjen GTK, Iwan Syahril, menghadiri pertemuan East Asian Summit Education Ministers Meeting ke-5 (5th EAS EMM)

 

GTK – Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Iwan Syahril, menghadiri pertemuan East Asian Summit Education Ministers Meeting ke-5 (5th EAS EMM) yang  merupakan salah satu rangkaian pertemuan ASEAN Plus Three Education Ministers Meeting ke-5 (5th APT EMM).  Sebagai Ketua Delegasi Indonesia, kehadiran Dirjen GTK dalam pertemuan tingkat Menteri tersebut mewakili Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan dan rencana kerja sama pendidikan dalam lingkup kerja sama antarnegara anggota ASEAN, ASEAN Plus Three (APT), dan East Asian Summit (EAS). Dirjen Iwan memberikan apresiasi kepada seluruh negara yang terlibat dalam kegiatan yang berlangsung pada tanggal 29 September s.d. 1 Oktober 2021 secara virtual itu.

Peserta yang hadir saling bertukar cerita bagaimana mereka menghadapi tantangan di sektor pendidikan selama pandemi Covid-19. Iwan berpendapat bahwa setiap negara memiliki definisi masing-masing terkait pemulihan pasca Covid-19. Namun, setidaknya ada dua benang merah yang sama.

“Setidaknya ada kesamaan pada dua aspek definisi pemulihan pandemi. Pertama, kelompok yang terpinggirkan dan rentan adalah yang paling terkena dampak pandemi.  Mereka memiliki risiko lebih tinggi untuk tertinggal. Jadi, apakah kita akan menutup atau membuka kembali sekolah, menerapkan pembelajaran digital atau hibrida, kita harus mengatasinya. Dengan kata lain, upaya pemulihan harus inklusif,” ucapnya secara virtual, pada Rabu (29/9/2021).

Kedua, lanjut Iwan, karena berbagai keterbatasan akibat pandemi, kehilangan pembelajaran menjadi sebuah tantangan yang harus dihadapi. Karena alasan yang sama, pembelajaran sangat terfokus pada bagaimana siswa dapat memperoleh keterampilan atau kompetensi dasar. “Melek huruf dan berhitung menjadi prioritas dalam pemulihan, di samping pentingnya mengembangkan soft skills dan pendidikan karakter,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Dirjen GTK juga memberikan informasi kepada seluruh negara APT bahwa Indonesia akan diamanahi dunia untuk memegang keketuaan G20, serta mengharapkan Menteri-Menteri negara ASEAN Plus Three untuk memberikan dukungan, terutama dalam Education Working Group. Melalui pertemuan tersebut disepakati bahwa seluruh menteri yang terlibat akan selalu mengembangkan dan memperkuat kerja sama, terutama dalam beberapa isu pendidikan seperti pendidikan dan pelatihan teknis dan vokasi (TVET) dan penggunaan teknologi digital dalam pendidikan, serta pelaksanaan program pertukaran dalam pengembangan kompetensi pelajar.

Rangkaian Pertemuan ASEAN on Education

Pertemuan pertama dalam rangkaian pertemuan ASEAN on Education adalah Senior Officials Meeting on Education yang ke-16 (16th SOM-ED), yang dihadiri oleh seluruh Senior Official Kementerian Pendidikan 10 negara anggota ASEAN.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai macam hal salah satunya mengenai implementasi Work Plan on Education 2021-2021. ASEAN Work Plan merupakan dokumen yang disusun berdasarkan kondisi pendidikan di Asia Tenggara, untuk selanjutnya setiap negara anggota ASEAN berkomitmen untuk mengimplementasikan kegiatan yang ada di dalamnya sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Asia Tenggara.

Selain itu, dalam forum tersebut juga ditunjukkan bagaimana respons pemerintah dalam melaksanakan pendidikan di tengah pandemi Covid-19. Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI), Saryadi, selaku Kepala Delegasi Indonesia, menyebutkan beberapa hal yang telah dilakukan kementerian. Ia memperlihatkan video terkait peningkatan kapasitas guru dalam masa pandemi. Video tersebut dapat diakses melalui link: https://drive.google.com/file/d/1upO5HHKN4eTWcMfY6PsjuPrHrYUAjocZ/view.

Pertemuan kedua, the eleventh ASEAN Plus Three Senior Officials Meeting on Education (11th APT SOM-ED), dihadiri oleh Senior Official Kementerian Pendidikan 10 Negara anggota ditambah dengan 3 negara di luar ASEAN yaitu Jepang, Korea, dan China. 11th APT SOM-ED dilaksanakan dari pagi hingga siang hari, untuk selanjutnya dilanjutkan dengan pertemuan the Sixth East Asian Summit Senior Officials Meeting on Education (6th EAS SOM-ED) pada siang hingga sore harinya.

Dalam forum ini, Direktur Saryadi memberikan perkembangan terkini terkait APT Seminar on East ASEAN Studies at major Universities dan APT Student Camp. “Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2022 secara blended,” ujarnya.

Headline

Mendikbudristek Ajak Masyarakat Mengikuti Lomba ‘Rayakan Merdekamu’