Dirjen GTK: Hikmah dari Covid-19, Semakin Menurun Kecemasan Menggunakan Teknologi

Dirjen GTK: Hikmah dari Covid-19, Semakin Menurun Kecemasan Menggunakan Teknologi

- P4TK TK PLB
704

'Belajar itu bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan dengan cara yang lebih mudah,' kata Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril.

 

GTK, Jakarta – Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Luar Biasa (P4TK TK PLB) menyelenggarakan Webinar bertema “Pembelajaran Kontekstual Fungsional dalam Mengembangkan Kemandirian Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK)”. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Iwan Syahril yang bertindak sebagai  keynote speaker mengapresiasi semangat para peserta webinar.

Iwan pun memandang webinar semacam ini merupakan hikmah dari Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yakni dengan semakin menurunnya kecemasan menggunakan teknologi dalam pembelajaran.

“Saya sangat mengapresiasi semangat terus belajar di masa pandemi ini. Ini merupakan contoh yang baik, teladan yang baik yang menurut saya perlu lebih dibiasakan karena new normal nanti ke depannya. Salah satu hikmah dari Covid adalah kita semakin menurun kecemasan menggunakan teknologi, semakin terbiasa, dan mudah-mudahan ini bisa membawa harapan baru, terobosan baru bahwa belajar itu bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan dengan cara yang lebih mudah,” kata Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril, Jumat (29/5/2020).

Penyelenggaraan webinar dipandang efektif sebagai medium pembelajaran.

“Ini dari Sabang sampai Merauke berkahnya luar biasa. Saya sangat mengapresiasi, bisa berkumpul, bisa bergabung dengan cara yang lebih sederhana, lebih singkat. Perlu banyak apakah secara administratif, logistik untuk bisa berkumpul di satu tempat dari Sabang sampai Merauke tidak mudah. Dan ini kita lebih efisien, tapi tetap tidak mengurangi kebermaknaan belajar atau silaturahmi yang kita lakukan,” ungkap Iwan Syahril.

Iwan sendiri memandang profesi guru sebagai hal yang mulia. Ia juga mafhum bahwa guru perlu untuk terus menerus belajar agar tetap sesuai dengan tantangan zaman.

“Kalau saya ditanya oleh anak saya atau keluarga yang lain, bapak atau ayah kerjanya apa? Saya selalu menjawab saya seorang guru. Karena memang dari awal saya berkarier, saya memilih untuk jadi guru, kemudian memiliki peran yang macam-macam. Itu merupakan bagian dari perjalanan saya untuk belajar bagaimana memahami profesi guru, bagaimana menjadi seorang guru yang baik, yang memang ternyata sangat tidak mudah, sangat kompleks, dan perlu untuk terus menerus belajar,” ujar Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril.

“Jadi apa yang saya lakukan dan mungkin saat ini saya dititipkan amanah untuk memimpin Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, tetap saya merasa core identity saya adalah seorang guru,” tambahnya.

Berita Terkait

Headline

Ditjen GTK Menggelar Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Semangat Guru: Kemampuan Nonteknis dalam Adaptasi Teknologi