Trending Now

Pertumbuhan Guru Penggerak dan Titik Kritis Inovasi

Pertumbuhan Guru Penggerak dan Titik Kritis Inovasi

GTK, Jakarta – Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

Program Pendidikan Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama pelaksanaan program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.

Kuota sasaran program guru penggerak tahun 2020 s.d. 2024 sebanyak 405.900 orang dengan rincian tahun 2020 (2.800 peserta), 2021 (13.100 peserta), 2022 (35.000 peserta), 2023 (95.000 peserta), 2024 (260.000 peserta).

Pertumbuhan Guru Penggerak akan mencapai titik kritis yang mengantarkan perubahan berkelanjutan.

“Yang kita lihat adalah sebuah momentum. Ini sebuah teori inovasi, ini namanya critical mass. Kalau kita lakukan sebuah inovasi, itu tidak bisa langsung terjadi secara massal. Namun kita lakukan secara perlahan, namun ketika sudah sampai pada critical mass-nya atau tipping point, atau di sini diterjemahkan sebagai titik kritis,” kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril saat memberi kata sambutan pada peluncuran angkatan kedua, ketiga, dan keempat program Pendidikan Guru Penggerak, Selasa (13/10/2020).

“Mudah-mudahan dalam teori inovasi ini, momentum inovasi bisa terus berlangsung, sehingga nantinya ekosistem pendidikan di Indonesia semakin banyak guru-guru, semakin banyak pemimpin yang fokusnya kepada siswa dan pembelajaran mereka,” tambah sosok yang akrab dipanggil Mas Dirjen.

Budaya inovasi tersebut sejalur dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk berfokus pada outcome. “Seperti arahan Pak Presiden, yang berfokus pada outcome yang terpenting, yaitu dalam hal ini siswa dan pembelajarannya. Tujuan kami mudah-mudahan dengan sdm-sdm unggul ini melalui Pendidikan Guru Penggerak, pemerintah daerah dan seluruh wilayah di Indonesia pun terbantu untuk memiliki sdm-sdm yang baik, yang kemudian bisa secara strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas belajar murid di masing-masing daerahnya,” ungkap Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril.

Ada pun untuk mengetahui segala informasi tentang Pendidikan Guru Penggerak dapat dilihat di laman: https://sekolah.penggerak.kemdikbud.go.id/gurupenggerak/.

Komentar

Back to top