Peningkatan Kualitas GTK PAUD dan Dikmas

Peningkatan Kualitas GTK PAUD dan Dikmas

- GTK PAUD
2450

Dari segi pelaksanaan sebenarnya peningkatan kompetensi GTK PAUD dan Dikmas secara biaya bisa lebih efisien, kenapa? Karena imbasnya bisa sangat banyak dan dampaknya sangat luar biasa.

 

GTK, Pangkalpinang – Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional ke-13 tahun 2019 adalah program pemberian penghargaan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan PAUD dan Dikmas yang telah mengabdikan diri dan berperan aktif dalam penyelenggaraan pembelajaran dan pengelolaan satuan PAUD dan Dikmas. Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 dihelat di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung pada 23 s.d. 28 Juni 2019.

Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi terdiri dari 22 kategori lomba dengan rincian 11 kategori lomba pendidik perseorangan, 6 kategori lomba tenaga kependidikan perseorangan, 4 kategori lomba pendidik dan tenaga kependidikan daerah khusus, dan 1 kategori lomba  kelompok, dengan jumlah peserta keseluruhan sebanyak 445 orang terhitung dari naskah dan konfirmasi kehadiran. Selain jumlah peserta juga dihadiri oleh para pendukung masing-masing daerah baik dari dinas pendidikan kabupaten/kota maupun dinas pendidikan provinsi se-Indonesia dengan total peserta kurang lebih 1.200 orang.

Mengevaluasi penyelenggaraan apresiasi ini, koordinator dewan juri, Jamaris melihat terjadi peningkatan.

“Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 ini sesuatu yang sangat membahagiakan kita karena dilihat dari jumlah peserta terjadi peningkatan dari tahun yang lalu. Kemudian sekarang telah berjalan dengan sukses. Juri dan semua peserta mematuhi dan konsekuen dengan peraturan yang sudah dibuat,” kata Jamaris menjelang sidang pleno juri di Novotel Bangka Hotel and Convention Centre, Rabu (26/6/2019).

“Acara apresiasi ini kita berharap ini sesuatu peningkatan kompetensi yang luar biasa karena kita mendidik GTK PAUD dan Dikmas belajar secara mandiri, karena ketika dia mengikuti lomba, dia akan belajar sendiri, kemudian setelah itu mereka mengimbaskan,” tambahnya.

Jamaris percaya para peserta apresiasi GTK PAUD dan Dikmas dapat mengimbas kepada rekan-rekan seprofesinya.

“Jadi dari segi pelaksanaan sebenarnya peningkatan kompetensi GTK PAUD dan Dikmas secara biaya bisa lebih efisien, kenapa? Karena imbasnya bisa sangat banyak dan dampaknya sangat luar biasa. Ternyata ini sangat perlu untuk dipertahankan di periode-periode berikutnya, hanya perlu ditingkatkan sebaran jumlah peserta atau dari peningkatan kualitas penyelenggaraan agar lebih baik lagi,” ujar Jamaris dosen pendidikan luar sekolah Universitas Negeri Padang.

Direncanakan bagi juara GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan berdedikasi akan diberangkatkan ke luar negeri untuk mengikuti kursus singkat. Pada tahun 2019 Direktorat GTK telah memberangkatkan sebanyak 100 orang yang diseleksi dari peserta Apresiasi tahun 2016 sampai dengan tahun 2018. Para peserta yang akan diberangkatkan ke luar negeri diharapkan akan memberi imbas kepada GTK PAUD lainnya di daerah masing-masing.

“Para juara yang akan dikirim ke luar negeri. Ini merupakan tindak lanjut yang sangat fleksibel, apa yang mereka pelajari, apa yang mereka peroleh, apa yang mereka tampilkan, apa yang mereka inovasikan, itu apakah di luar negeri sesuatu yang baru atau memang ada sinergi. Apa yang nanti mereka peroleh di luar negeri dengan apa yang mereka sudah diinovasikan di sini itu akan membuat mereka lebih berkualitas. Sehingga nanti peningkatan kualitas GTK PAUD dan Dikmas itu akan bisa lebih cepat, lebih bersinergi, antara apa yang diperoleh di luar negeri dengan apa yang sudah mereka inovasikan,” terang Jamaris.

Ada pun para peserta apresiasi GTK PAUD dan Dikmas diyakini telah membuat karya nyata yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Mereka sudah banyak melahirkan beberapa ide, kreativitas sehingga mereka tidak hanya melihat sekarang itu apa yang ada di daerahnya, tapi juga sudah mensinergikan dengan perkembangan teknologi informasi pada era revolusi 4.0,” tutur koordinator dewan juri, Jamaris.

“Suka tidak suka segala elemen pendidikan harus dilibatkan. Ternyata peserta sekarang itu, GTK PAUD dan Dikmas sudah mengantisipasi itu sehingga muncul topik-topik, tema-tema mengubah karakter peserta didik meningkatkan kualitas anak didiknya melalui teknologi informasi. Ini suatu hal yang berkembang luar biasa. Kenapa? Karena mereka sudah mengantisipasi bagaimana pendidikan informal, malah mereka lebih cepat dibanding sistem pendidikan lain yang bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi ke depan,” imbuh Jamaris.

Berita Terkait

Headline

Kemendikbud Buka Kesempatan Guru Honorer Ikut Seleksi PPPK