Trending Now

Merdeka Belajar Mengusung Semangat Inklusif

Merdeka Belajar Mengusung Semangat Inklusif

GTK, Jakarta – Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menunjukkan iktikad baik untuk memberikan layanan terbaik kepada para penyandang disabilitas. Pendidikan untuk semua, termasuk untuk para penyandang disabilitas.

“Saya ingin menggarisbawahi tentang konsep Merdeka Belajar. Sesungguhnya bahwa Merdeka Belajar itu mengusung semangat inklusif. Dan ini sejak 75 tahun Indonesia merdeka ini sudah saatnya bagi kita untuk memberikan perhatian yang lebih serius terhadap para penyandang disabilitas yang ada di negeri ini,” kata  Direktur GTK Dikmen Diksus Praptono saat peluncuran “Seri Webinar Guru Belajar: Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi”, Jakarta, Senin (29/6/2020).

Praptono lalu menyoroti perihal keterjangkauan layanan serta kualitas layanan pendidikan.

“Dari aspek keterjangkauan layanan masih banyak anak-anak penyandang disabilitas usia sekolah yang belum mendapatkan pendidikan. Dari sisi kualitas kita harus banyak melakukan intervensi, baik aspek sarana apalagi para guru,” ucapnya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Direktur GTK Dikmen Diksus) Praptono untuk kemudian memandang perlunya menerapkan konsep teaching at the right level.

“Hambatan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas dari aspek komunikasi, interaksi, intelektual, harus mendapatkan intervensi yang secara spesifik yang bisa dilakukan oleh para guru. Semakin besar kebutuhannya, semakin besar hambatannya, maka semakin spesifik pula layanan yang diberikan,” jelas Praptono.

“Itulah sebabnya ketika kemudian konsep teaching at the right level yang harus bisa kita berdayakan kepada para seluruh guru di Indonesia, maka sesungguhnya itu adalah diseminasi dari proses intervensi yang diberikan kepada para penyandang disabilitas,” sambungnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) meluncurkan “Seri Webinar Guru Belajar: Adaptasi Pembelajaran Masa Pandemi”. Webinar Guru Belajar ditujukan untuk guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, widyaiswara, orang tua dan para insan pendidikan. Seri Webinar ini diharapkan dapat menghidupkan ruang diskusi dan mewarnai ruang pembelajaran para guru pada masa pandemi Covid-19.

Kegiatan ini akan diselenggarakan secara berkelanjutan selama satu bulan ke depan dan akan menghadirkan tema-tema dan narasumber dari kalangan guru, akademisi, praktisi, unsur pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ada pun Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus akan menampilkan judul yang spesifik serta menghadirkan duet narasumber yang terdiri dari sisi kepakaran dan dari sisi pelaksana lapangan.

“Intervensi yang kita berikan kepada para guru akan kita sesuaikan dengan fokus yang dilayani oleh para guru sehingga di dalam seri webinar ini kami menampilkan judul-judul yang sangat-sangat spesifik. Kami bekerja sama dengan yayasan Mitra Netra akan mengangkat bagaimana pembelajaran Matematika bagi penyandang tunanetra,” terang Direktur GTK Dikmen Diksus, Praptono.

“Kemudian kami akan menggandeng Perkins Internasional untuk secara khusus agar para guru mampu memberikan layanan kepada para penyandang disabilitas majemuk. Dan juga kepada organisasi-organisasi penyandang disabilitas dari sisi keilmuan dan juga para praktisi atau guru pendamping akan kita hadirkan,” tambah Praptono.

Komentar

Back to top