Menyambut Revolusi Industri 4.0 dengan SIPENDI

Menyambut Revolusi Industri 4.0 dengan SIPENDI

- GTK PAUD
2953

Kami ingin mempermudah dan mempercepat pendidik untuk membuat sebuah penilaian. Salah satunya layanan kepada pendidik ini dengan SIPENDI (Sistem Informasi Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini).

 

GTK, Pangkalpinang –  Inovasi, kreativitas diperlukan untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Membuat karya nyata yang dapat mempermudah dan mempercepat suatu pekerjaan merupakan harapan di abad 21. Hal itulah yang coba diberikan oleh Farida Widyawati melalui karya nyatanya yang berjudul ‘Sistem Informasi Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini’ yang jika disingkat menjadi ‘SIPENDI’.

“Kami ingin mempermudah dan mempercepat pendidik untuk membuat sebuah penilaian. Kami ingin mempermudah dan mempercepat. Salah satunya layanan kepada pendidik ini dengan SIPENDI (Sistem Informasi Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini),” kata Juara I  Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 kategori Pamong Belajar Unit Pelayanan Teknis Pusat, Farida Widyawati.

Hal tersebut juga sejalan dengan topik di kategori tersebut yaitu “Pengembangan Model Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Memperluas dan Meningkatkan Kualitas Layanan GTK PAUD dan Dikmas”.

“Itu juga mempersiapkan di era 4.0. Untuk mempersiapkan SDM di tahun 2045 agar pendidik tidak gagap informasi, tidak gagap teknologi, sehingga kami membuat sistem ini untuk mempermudah pendidik. Artinya ketika nanti 2045, pendidik sudah mempunyai kemampuan dalam hal teknologi,” ujar Farida pada Malam Penganugerahan  Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 di Soll Marina Bangka Hotel & Conference Center, Kamis malam (27/6/2019).

Dalam kesempatan tersebut Farida Widyawati juga mengungkapkan resep sukses Jawa Tengah sebagai Juara Umum Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019.

“Sebelum kami mengikuti lomba ini, kami diberikan TC selama 6 hari. Selama TC itu kami dibina tentang bagaimana membuat karya nyata yang baik, melakukan presentasi yang baik. Jadi semuanya yang ada di dalam karya nyata ini diberikan pembinaan selama 6 hari, termasuk senam,” tutur Farida Widyawati.

Berita Terkait

Headline

Indonesia Membutuhkan Guru Penggerak di Berbagai Penjuru Negeri