Menggali Inspirasi dari Guru Difabel

Menggali Inspirasi dari Guru Difabel

GTK, Jakarta – Pada peringatan Hari Guru Nasional 2020, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim serta Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Iwan Syahril berkesempatan untuk berbincang-bincang menggali inspirasi dengan guru Muhammad Hikmat dan Ayyub.

Muhammad Hikmat merupakan guru SLB Negeri Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ia juga pernah menjadi guru musik di SLB A Negeri Citeureup, Kota Cimahi, Jawa Barat. Hikmat merupakan seorang guru difabel yang terus memotivasi peserta didiknya agar semangat mengejar mimpi.

“Kondisi fisik seperti ini membuat mudah pekerjaan karena anak-anak akan semakin termotivasi, ada nilai tambahanlah dari tampilan saya seperti ini,” kata Hikmat, Rabu (25/11/2020).

Hikmat mengaku pernah melakoni berbagai profesi sebelum menjadi guru.

“Saya pernah jadi tukang tensi keliling, tukang electune di wedding, supir rental, supir taksi online. Setelah saya rasakan lebih menikmati di dunia pendidikan, khususnya di pendidikan luar biasa. Hanya anak-anak berkebutuhan khusus yang tulus mengutarakan perasaan,” ujarnya.

Bagi Hikmat menjadi guru SLB menghadirkan pemahaman bahwa ada begitu banyak anak-anak yang senasib dengannya. “Dari situ saya berpikir, mungkin Allah mengirimkan saya ke sini dua fungsi yakni pendidik dan motivator. Dengan harapan anak-anak bisa lebih termotivasi dengan adanya role model secara langsung yaitu saya. Saya punya keterbatasan fisik, saya selalu menyemangati anak-anak bahwa kamu bisa melakukan semuanya, menggali potensi,” tutur Hikmat yang menggunakan motor modifikasi untuk penyandang disabilitas dalam melakukan aktivitasnya.

Pesan Hikmat di Hari Guru Nasional

Dalam kesempatan tersebut Hikmat berpesan kepada rekan seprofesinya untuk senantiasa mengajar dari hati.

“Manfaatkan kesempatan yang ada. Apa pun kekurangan kita, jangan jadikan alasan untuk tidak bisa sukses. Pokoknya kalau kita mampu dan ahli dalam memanfaatkan kesempatan dan menggali potensi kita, kita akan menjadi apa yang kita mau,” ungkap Hikmat.

“Saya harap untuk guru-guru selain mengajar dari hati, bisa lebih semangat lagi, walaupun di masa pandemi seperti ini, berbagai macam cara dan upaya kita maksimalkan untuk mengajar anak didik kita. Karena guru itu ujung tombak dari kesuksesan anak-anak,” sambung guru SLB Negeri Batang, Muhammad Hikmat.

Komentar

Back to top