Trending Now

Marilah Berpikir Kedepan

Marilah Berpikir Kedepan

HGN, Jakarta - Dalam sambutan di kegiatan penutupan seminar internasional, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano mengajak seluruh peserta seminar, khususnya para guru PAUD dan Dikmas agar berpikir kedepan. Dibuka dengan kalimat “Indonesia ini luar biasa” Dirjen memberikan motivasi kepada para peserta.

Mantan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini mengatakan, Indonesia luar biasa. Disaat negara lain kekurangan penduduk, Indonesia mendapatkan bonus demografi yang sangat banyak, yaitu 48 juta anak. Menurut Supriano ini adalah sebuah berkah yang harus ditangkap oleh para guru di Indonesia, khususnya guru PAUD yang merupakan pembuat pondasi generasi unggul untuk Indonesia Maju kedepan.

Marilah kita berpikir kedepan. Saya selalu mengatakan Indonesia ini luar biasa. Indonesia mendapatkan bonus demokrafi begitu besar 48 juta jiwa, disaat negara lain kekurangan penduduk, Indonesia barokah. Kalau di tarik ke belakang atau kedepan, inilah harus ada di pikiran para guru bahwa apa yang harus kita persiapkan ketika indonesia merdeka diusianya 100 tahun. Tahun 2045, kalau kita hitung dari sekarang berarti 26 tahun lagi Indonesia merdeka 100 tahun,” kata Supriano.

“48 juta anak ini kalau tidak kita intervensi dengan baik dia menjadi beban bangsa, tapi kalau dintervensi dengan pendidikan yang baik, justru akan jadi aset. Kalau ada anak 3 tahun di PAUD berarti ketika Indonesia merdeka 100 tahun nanti, anak itu berumur 29 tahun. Bayangkan salah sedikit saja atau salah kita mengintervensi anak-anak tentu tidak menjadi harapan bangsa Indonesia. Marilah kita berpikir bagaimana menyiapkan generasi penerus ini, agar jadi harapan bangsa Indonesia. Itulah yang bapak Presiden Jokowi harapkan, SDM unggul untuk Indonesia Maju, ini semua ada di tangan kita,” sambungnya.

Supriano mengaku betah mengikuti berbagai segmen seminar internasional tersebut. Pasalnya semua materi yang disampaikan sangat penting dan sangat rugi jika di lewatkan.

Komentar

Back to top