Kemendikbudristek Kembali Menggelar Diklat Festival Literasi Bagi Guru Penggerak Daerah Perbatasan

Guru Penggerak By Sekretariat GTK 25 April 2022
239
GTK – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (P4TK IPA) kembali menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) Festival Literasi dan Kebinekaan Global Guru Penggerak Angkatan 2 Gelombang 2, pada 18 hingga 22 April 2022. Kali ini, diklat Festival Literasi menyasar 106 Guru Penggerak dari Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Sambas, Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Kutai Kertanegara, dan Kota Samarinda.

Kepala P4TK IPA Enang Ahmadi mengatakan manfaat yang diharapkan dari diklat ini adalah terlaksananya pembelajaran yang berorientasi pada perwujudan Profil Pelajar Pancasila oleh Guru Penggerak dengan kualitas yang semakin meningkat. “Kita ingin meningkatkan pemahaman akan kebinekaan dan menumbuhkan sikap menghargai kebinekaan di kalangan guru dan melatih kemampuan para guru dalam melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada pembentukan Profil Pelajar Pancasila,” terang Enang, pada penutupan Diklat Festival Literasi Gelombang 2 Angkatan 2 di Jakarta, pada Jumat (22/4/2022).

Enang mengatakan P4TK IPA akan terus meningkatkan kompetensi Guru Penggerak di tahun 2022 dengan berbagai macam pelatihan secara virtual dan gratis, tidak hanya untuk guru IPA namun untuk guru pengampu mata pelajaran lainnya. “Guru penggerak dapat terus aktif mengembangkan potensi diri dalam melakukan pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan minat belajar siswa serta mendorong terciptanya profil Pelajar Pancasila,” urainya.

Tujuan dari diklat Festival Literasi ini, lanjut Enang, antara lain menjadikan guru sebagai agen promosi budaya toleran dan kebinekaan, meningkatkan kemampuan literasi karya tulis ilmiah guru untuk mendorong terwujudnya Profil Pelajar Pancasila.  “Meningkatkan pemahaman akan kebinekaan dan menumbuhkan sikap menghargai kebinekaan di kalangan guru di setiap satuan pendidikan, serta menjadikan guru sebagai agen promosi budaya toleran dan kebinekaan,” jelasnya.

Enang berpesan kepada para peserta diklat untuk dapat mengimbaskan ilmu dan manfaat yang telah didapat selama pelatihan. Meski di tengah suasana pandemi Covid-19, namun tidak menjadi penghalang untuk para guru berdiskusi dengan rekan sejawat serta mengimbaskan ilmu dan manfaat dari diklat secara berkelanjutan kepada peserta didik maupun komunitas pendidikan lainnya. “Semangat resonansi untuk tidak berhenti belajar, mengajar, dan berkarya harus tetap dijaga,” tekannya.

Pada kesempatan ini, Guru Sekolah Dasar Negeri 1 Mahang, Sungai Hanyar, Miseransyah mengatakan setelah mengikuti diklat ini, ia akan mengembangkan kompetensinya dalam menulis. “Saya ingin meningkatkan kompetensi saya sebagai seorang guru, selanjutnya dapat menularkan kepada teman-teman saya bahwa guru penggerak adalah orang yang selalu bergerak, agen perubahan untuk segala lini kehidupan di pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Guru SMP Negeri 1 Tebas, Kabupaten Sambas, Milatina menyampaikan “Saya akan membagikan ilmu yang saya peroleh kepada teman-teman saya terutama di komunitas MGMP bahasa Inggris yang saya pimpin dan nanti akan menyebarkan ke komunitas MGMP bidang studi lain.”

Selanjutnya, guru TK Islam Alkautsar Samarinda, Arbayh berharap diklat seperti ini terus berkelanjutan dan menyeluruh. “Harapan saya pemerintah dapat lebih luas lagi menjangkau semua guru-guru penggerak di Indonesia bisa mengikuti pelatihan seperti ini,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini

Berita Terkini