HGN 2019 Paling Spesial Untuk Guru PAUD

HGN 2019 Paling Spesial Untuk Guru PAUD

- GTK PAUD
491

November 2019 menjadi bulan yang luar biasa bagi para insan penggerak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) di seluruh Indonesia

 

HGN, Jakarta – November 2019 menjadi bulan yang luar biasa bagi para insan penggerak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) di seluruh Indonesia. Pasalnya, di bulan ini ada satu hari dimana jasa-jasa mereka di kenang dan di apresiasi. Hari tersebut yaitu Hari Guru Nasional (HGN) yang rutin diperingati setiap tanggal 25 di bulan November.

Selain jasa-jasa yang selalu dikenang, jerih payah yang mendapatkan apresasi dari para wali murid dan siswa, 25 November 2019 menjadi hari yang sangat spesial bagi para guru PAUD dan DIkmas. Tidak terjadi di tahun-tahun sebelumnya, mereka para guru PAUD dan Dikmas di undang ke Jakarta dengan membawakan karya terbaik mereka yang telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari.

Ya, sempena Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2019, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) mengadakan beberapa ajang perlombaan untuk guru-guru PAUD di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari kebijakan Direktorat PGTK PAUD dan Dikmas tentang program penghargaan terhadap GTK PAUD dan Dikmas.

Kegiatan ini diadakan di Hotel Biadakara, Jakarta dan di buka oleh Kepala Sub Direktorat Kesejehteraan, Penghargaan dan Perlindungan (Kesharlindung) PGTK PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Suhatri, Selasa (26/11/2019).

Jenis perlombaan yang diadakan yaitu, Lomba Mendongeng Anak Usia Dini, Lomba Cipta Lagu Anak Usia Dini dan Lomba Cerita Bergambar Anak Usia Dini. Ketiga lomba ini diinisiasi oleh Kemendikbud karena memenag bersentuhan langsung dengan PAUD dan mampu menjadi media belajar pembangun karakter anak usia dini.

“Kegiatan bukan hanya lomba saja, ada juga kegiatan seminar internasional tentang pendidikan karakter anak yang dihadiri oleh pembicara-pembicara yang luar biasa. Mulai dari pembicara asal Indonesia hingga dosen dan praktisi anak dari luar negeri,” tutur Suhatri.

Kegiatan ini sendiri diikuti oleh 60 orang peserta dari seluruh wilayah Indonesia, dimana masing-masing lomba di pilih sebanyak 20 orang finalis untuk kembali berjuang di kancah nasional. Suhatri mengatakan, 60 orang ini di seleksi dari ratusan peserta daerah. Juri telah melakukan pemilihan karya terbaik hingga sampai ke tingkat nasional ini.

“Antusiasme guru sangat luar biasa. Kita sangat mengapresiasi guru-guru kita, mereka adalah pahlawan, mereka pembentuk karakter anak, mereka adalah pejuang untuk anak-anak Indonesia,” tutur Suhartri.

Sementara itu, Direktur PGTK PAUD dan Dikmas, Abdoellah mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai usaha Pemerintah untuk mengapresiasi hal-hal yang telah dilakukan oleh para guru PAUD dan Dikmas di daerah mereka. Akan tetapi, point pentingnya kata Abdoellah adalah sebagai wadah pengembangan kreativitas guru guna mencari guru PAUD beprestasi di masa depan.

“Banyak hal yang memang kita upayakan disini, mulai dari pemberian apresiasi kepada guru, menjadi wadah guru untuk mengetahui tatanan tananan mendidik anak yang benar serta menumbuh kembangkan kreativitas para guru PAUD melalui ajang lomba yang kita adakan,” kata Abdoellah.

Kegiatan perlombaan ini memang pertama kali diadakan, namun Abdoellah menegaskan bahwa untuk tahun-tahun yang akan datang kegiatan ini akan terus dilaksanakan dan ditingkatkan lagi, sehingga banyak menyerap guru-guru PAUD dari seluruh Indonesia.

“Kita akan mengupayakan agar kegiatan seperti ini terus dilakukan. Karena memang antusiasme para guru mengikuti perlombaan ini sangat banyak. Kita sangat senang guru-guru PAUD kita memiliki keinginan yang kuat untuk berprestasi hingga tingkat nasional ini,” tutur Abdoellah.

Kepada semua guru PAUD dan Dikmas, Abdoellah berpesan agar terus optimis, pantang menyerah dan selalu semangat dalam mendidik anak. Karena para guru ini merupakan garda terdepan dan menjadi “tulang punggung” keberhasilan pendidikan karakter bagi anak-anak Indonesia kedepan.

Berita Terkait

Headline

Kemendikbudristek Meluncurkan Guru Belajar dan Berbagi Seri Merdeka Belajar