Guru Harus Persiapkan Siswa untuk Pekerjaan Baru

SHARE
Staf ahli Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ananto Kusuma Seta mengatakan guru harus mempersiapkan siswa untuk bekerja yang tidak bersaing dengan mesin melainkan mampu menciptakan pekerjaan baru.

"Murid harus mampu menciptakan pekerjaan baru yang belum ada saat ini," ujarnya saat pembukaan simposium internasional pembelajaran jarak jauh atau "International Symposium on Open Distance and e learning" (Isodel) 2018 di Badung, Bali, Senin.

Dia menambahkan perkembangan teknologi yang begitu cepat, membuat banyak pekerjaan yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Contohnya pekerjaan seperti YouTubers maupun Blogger.

Oleh karena itu, ujarnya penting dilakukan agar pendidikan Indonesia menjadi 4.0. Salah satu caranya adalah meningkatkan kompetensi guru dan juga menambah jaringan internet di setiap daerah.

"Tidak hanya Indonesia yang belum 4.0, tetapi seluruh dunia belum ada pendidikan yang 4.0. Hal ini karena teknologi lebih cepat dari pendidikan itu sendiri," terang dia.

Kompetensi guru juga mengalami kendala, karena guru yang dididik 20 tahun yang lalu belum akrab dengan dunia digital. Bahkan ada yang menggunakan gawai saja gagap.

Konektivitas internet juga mengalami kendala, terutama di daerah terpencil. Kemendikbud bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melatih guru dan membantu menyediakan infrastruktur internet di sejumlah sekolah yang ada di Tanah Air.

Sementara itu, pendiri platform pendidikan Extramaks, Atul Kulshrestha mengatakan teknologi membuat perubahan yang signifikan di dunia pendidikan.

Dengan teknologi, pembelajaran tidak hanya terbatas oleh ruang kelas dan waktu, karena pembelajaran bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

"Teknologi informasi juga membuat anak lebih mudah mengerti pelajaran yang ada di sekolah," tambahnya.

#
Processing!