Fleksibilitas dalam Pengisian Survei Lingkungan Belajar

Fleksibilitas dalam Pengisian Survei Lingkungan Belajar

- Merdeka Belajar
6469

Para guru juga diberikan fleksibilitas dalam mengisi survei, sehingga survei bisa dikerjakan secara bertahap dan dari mana saja.

 

GTK – Dalam kunjungan kerjanya di Provinsi Bali, Mendikbudristek mengunjungi SMPN 1 Kuta Selatan untuk meninjau pelaksanaan Asesmen Nasional, didampingi Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan, Anindito Aditomo. Keduanya sempat berkunjung ke ruang kelas dan melihat langsung para siswa yang sedang mengerjakan Asesmen Nasional dengan tertib dan menerapkan protokol kesehatan, pada Kamis (7/10/2021).

Sebanyak 45 siswa kelas VIII di SMPN 1 Kuta Selatan mengikuti Asesmen Nasional pada 6—7 Oktober 2021. Kepala SMPN 1 Kuta Selatan, I Made Antara mengatakan, pada 6 Oktober 2021 para peserta mengerjakan Asesmen Nasional untuk literasi dan survei karakter, sedangkan pada 7 Oktober 2021 mengerjakan numerasi dan survei lingkungan belajar. Secara umum, pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) di SMPN 1 Kuta Selatan berjalan dengan baik dan lancar tanpa persiapan khusus.

“Pelaksanaannya dimulai sejak kemarin, lancar dan tidak ada masalah. Internet juga tidak ada masalah. Kami juga tidak melakukan persiapan khusus. Jadi seperti saran Mas Menteri (Mendikbudristek), kita tidak perlu menyiapkan secara khusus, apalagi anak-anak peserta AN diambil secara acak dari pusat (Kemendikbudristek). Jadi kita hanya mengondisikan anak-anak dan membuat jadwal sesi pertama, kedua, dan seterusnya,” ujar I Made Antara.

Berbeda dengan siswa, AN yang diikuti oleh guru SMPN 1 Kuta Selatan sudah dimulai sejak 4 Oktober 2021. Ada 61 guru yang mengisi Survei Lingkungan Belajar. Para guru juga diberikan fleksibilitas dalam mengisi survei, sehingga survei bisa dikerjakan secara bertahap dan dari mana saja. “Ada yang mengisi di rumah atau di sekolah. Jadi kan sudah dibagikan link (tautan), kemudian mereka mengerjakan dengan gawai masing-masing. Ada juga yang mengisi sambil bekerja di sekolah karena menjadi panitia AN. Jadi dari mana pun bisa mengerjakan survei, hanya anak-anak yang datang serentak ke sekolah untuk AN,” kata I Made Antara.

Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif, yaitu literasi dan numerasi. Kedua aspek kompetensi minimum ini, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan. Survei Karakter dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila, sedangkan Survei Lingkungan Belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Headline

7 Tips Mengajar dari Mas Menteri di Masa Pandemi Covid-19