Trending Now

Belajar Aktif Kreatif dari Pelajaran Menggambar

Belajar Aktif Kreatif dari Pelajaran Menggambar

GTK, Jakarta – Seperti biasa pada Sabtu malam, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril melakukan live Instagram Sapa GTK. Pada Sapa GTK 6: Guru Inspiratif Penggiat Literasi, Mas Dirjen ditemani guru SMAN Pulau Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Hifni Djafar.

Mengawali Sapa GTK, Iwan Syahril berbagi buku yang sedang dibacanya yakni gubahan Mohammad Sjafei. Terdapat dua buku yang ditunjukkan pada live Instagram tersebut yakni “Pendidikan MOHD. SJAFEI INS KAYUTANAM” dan “Arah Aktif: Sebuah Seni Mendidik Berkreativitas dan Berakhlak Mulia”.

Pada Sapa GTK tersebut, Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril mencoba mendedahkan tentang aktif kreatif.

“Engku Sjafei ini sangat senang sekali menggunakan kata-kata aktif, satu lagi aktif kreatif. Jadi ini salah satu pokok pikiran dari Engku Sjafei. Beberapa kutipan dari buku-buku tersebut ‘Bangsa Indonesia harus diaktifkan’,” tutur Iwan Syahril pada Sabtu malam (27/3/2021).

“Diaktifkan ini maksudnya gimana? Jadi beliau memberikan sebuah analogi ‘Jika murid disuruh meniru gambar dari papan tulis, dinding, dan buku, berarti murid itu sedang dipasifkan oleh guru’,” lanjut Iwan.

Mas Dirjen untuk kemudian menganalogikan aktif kreatif dengan pelajaran menggambar.

“Jadi kalau kita hanya meminta murid untuk meniru saja atau kayak menghafal definisi saja. Kalau menggunakan analogi menggambar, kalau hanya disuruh meniru gambar, murid itu dipasifkan,” tutur Iwan Syahril.

“‘Hasil yang akan tercapai hanya ketajaman mata, kesigapan tangan, tetapi jiwa anak-anak itu menjadi pasif. Dan murid sangat dirugikan’,” sambung Iwan membacakan buah pikir Engku Sjafei yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan RI.

Engku Sjafei memandang perlunya pelajaran menggambar yang menimbulkan aktif kreatif dari siswa.

“Ini tulisannya Mohammad Sjafei. ‘Untungnya hanya mata dan tangan yang diperolehnya, tetapi tidak seimbang dengan kerusakan jiwanya. Alangkah baiknya cara memberikan pelajaran menggambar secara merdeka dan bebas. Cara ini menumbuhkan keaktifan jiwa anak-anak yang luar biasa’,” ucap Iwan Syahril mengurai buah pemikiran sosok pendiri INS Kayutanam.

Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril sebelum Sapa GTK 6 melakukan webinar dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Swedia. Mas Dirjen pun mengangkat tentang “gambar sejuta umat” yakni gunung dengan hiasan di sekitarnya.

“Saya tadi bercerita, coba bayangkan, kalau sejak TK, kita disuruh menggambar pemandangan, kayaknya seluruh Indonesia sama deh bayangannya menggambar pemandangan. Dua gunung, terus ada jalan, dan sawah, kayaknya semua Indonesia bisa berasosiasi dengan pengalaman tersebut. Nah ini sangat tidak diaktifkan kalau dalam bahasa Mohammad Sjafei,” ujar Iwan Syahril.

Komentar

Back to top