#BanggaJadiGuru

#BanggaJadiGuru

GTK, Jakarta - Pada Sabtu malam (13/2/2021) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril menyapa dan berbagi melalui Live Instagram. Pada Sapa GTK 2: Belajar dan Berbagi Masa Pandemi, selama sekitar 80 menit, Mas Dirjen ditemani seorang guru yang luar biasa, Masruhan Mufid, guru Matematika SMKN 7 Semarang, Jawa Tengah.

Mufid telah bekerja sebagai guru honorer selama 14 tahun, dan akan mengikuti seleksi ASN PPPK tahun ini. Beliau adalah seorang YouTuber dengan ratusan video pembelajaran dan memiliki subscriber 95 ribu lebih. Mufid juga seorang Pendamping (Pengajar Praktik) di Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 1.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari Mufid. Tentang perjalanannya menjadi seorang guru, tentang strateginya dalam melakukan pembelajaran masa pandemi, tentang komitmennya untuk membuat 1 hari 1 video, tentang kesannya sebagai Pengajar Praktik di Pendidikan Guru Penggerak, dan banyak lagi. Beliau adalah pribadi yang sederhana namun kaya dengan makna dan karya. Seperti doa orang tua melalui nama beliau, Mufid adalah seorang teladan yang memberi manfaat bagi banyak orang.

Dalam kesempatan live Instagram Sapa GTK 2 tersebut, terungkap #BanggaJadiGuru.

Sering saya tuliskan di hashtag adalah Guru Bergerak Indonesia Maju, di bawahnya saya tulis Bangga Jadi Guru. Karena sering kali banyak guru yang tidak bangga dengan profesinya. Harapan saya tetap bangga menjadi seorang guru,” kata Mufid.

“Kalau menjadi seorang guru ya itulah level bapak, ibu semua. Tapi kalau level yang plus, mari menjadi guru yang ke arah sana, ke arah yang jauh lebih baik,” ajak Mufid.

#BanggaJadiGuru mendapat sambutan dari Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril.

“Saya tetap merasa saya adalah guru, jadi walaupun saya lagi menjalankan peran ini, saya bisa membayangkan, karena passion saya sebenarnya seorang guru juga. Jadi kita berjuang bersama,” tutur Iwan Syahril.

“#BanggaJadiGuru akan kita kuatkan, itu misi kita. Misi kita adalah anak-anak muda yang kreatif akan kemudian menjadi guru, karena yang kita butuhkan adalah guru-guru yang bisa mereimajinasi dan berpikir ulang bagaimana pembelajaran itu dilakukan,” sambung Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril.

Komentar

Back to top