Apakah yang Dimaksud dengan Murid Merdeka Belajar?

Apakah yang Dimaksud dengan Murid Merdeka Belajar?

GTK, Jakarta – Esensi dari Merdeka Belajar adalah menggali potensi terbesar para guru dan murid untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas belajar secara mandiri. Pada Webinar Guru Belajar, Kepala Sekolah Cikal, Rosmayanti Mutiara membawakan materi berjudul “Kepemimpinan Berbasis Merdeka Belajar”. Ia di antaranya mengungkap tentang Teori Perubahan Sekolah Murid Merdeka.

“Yang kita hadapi selama ini adalah murid itu bukan murid yang Merdeka Belajar, tapi murid yang menderita belajar. Karena apa? Karena sebelumnya anak-anak kita hanya mendapatkan, kita menyiapkan satu resep untuk semua anak. Satu resep dan fokusnya atau orientasinya hanya kepada hasil dan kepatuhan murid,” kata Rosmayanti berbagi pengalaman.

“Makanya tadi kita bergerak menjadi Sekolah Murid Merdeka, Sekolah Merdeka Belajar. Oleh karenanya kita perlu melibatkan komunitas penggerak pendidikan. Seluruh guru-guru yang ada di sekolah, seluruh orang tua, semua pihak yang ada di dunia pendidikan itu sendiri,” sambungnya.

Kepala Sekolah Cikal ini untuk kemudian menjelaskan konsep Sekolah Merdeka Belajar, Sekolah Merdeka Berkolaborasi, Sekolah Merdeka Berkarya.

“Murid merdeka adalah murid yang mengarahkan tujuan, cara, penilaian pembelajarannya ditandai dengan penguasaan kompetensi dan personalisasi,” terang Rosmayanti.

“Bahwa bukan lagi orientasinya kepada hasil yang kita siapkan secara seragam, tapi bagaimana kita menyiapkan segala sesuatunya agar kompetensinya anak-anak ini yang berkembang. Karena pada saat kita melihat tujuannya adalah kompetensi siswa dan itu persiapannya akan sangat beragam dan menjadi sangat personal untuk setiap anaknya,” imbuhnya.

Ada pun Sekolah Merdeka Belajar, berarti sekolah yang merdeka berkolaborasi. “Artinya kepala sekolah, guru, orang tua dan murid itu melakukan kolaborasi belajar untuk mengikuti beragam program belajar dari sekolah,” jelas Rosmayanti.

“Dan terakhir sebagai bagian dari masyarakat, kita sebuah lembaga pendidikan, tentunya ingin sekolah menghasilkan karya. Karya program belajar yang dapat digunakan oleh lebih banyak lagi murid, guru, orang tua dari berbagai sekolah. Jadi berbagi ya. Itu adalah hasil dari kolaborasi yang kita lakukan,” ungkap Kepala Sekolah Cikal, Rosmayanti Mutiara.

Ingin mengetahui paparan lengkap dari Rosmayanti dapat disimak di laman https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/video/kepemimpinan-berbasis-merdeka-belajar/.

Komentar

Back to top